Ruang ini disediakan untuk diskusi dan sharing tentang berbagai kegiatan kampanye sosial, politik maupun komersial di Indonesia. By Djoko Setyabudi
Sabtu, 24 Januari 2009
XL yang Sadar
Berkenalanlah dengan Sopan...
Rabu, 21 Januari 2009
Tom & Jerry : 1000 killing tricks for kids
Tom mengejar Tweety, burung kecil ini lari melewati kursi meja dan terus masuk ke pantry. Di sana dia naik ke meja masak dan sembunyi di sebuah panci dan berlindung di bawah tutup panci, karena tidak ada tempat ngumpet lain. Aman. Tapi diam-diam Tom menyalakan kompor dan pelahan2 panas merambat, memang Tom sudah menyiapkan panci itu di atas kompor dan mempersiapkan panci itu jadi tempat ngumpet Tweety yang dikejarnya...
Pernah membayangkan ada seorang anak yang merebus temannya sendiri? Kira-kira begitulah kalau cerita itu muncul di sinetron yang diperankan oleh para bintang sinetron yang rupawan. Kalau ada adegan demikian, esok harinya Kompas akan penuh dengan surat pembaca yang menghujat PH pembuat sinetron itu.
Tom and Jerry memang kartun tapi bukan berarti Tom bebas memukul kepala Jerry dengan martil atau sebaliknya, Jerry menguliti Tom hingga kulitnya bisa digantungkan di kapstok. Dan kalau pun mereka terus melakukan kekerasan kita tak pernah protes. Kita justru merasa Tom and Jerry menghibur anak-anak kita... membuat mereka tidak keluyuran, membuat mereka tertawa-tawa dan tidak rewel. Tapi jangan salahkan anak-anak kalau mereka menggorok leher anda saat anda tidur pulas. Karena hal itu biasa dilakukan oleh Tom maupun Jerry. Dan itu yang mereka nonton tiap hari....
Iklan Jajanan Anak
Coba nongkrong di depan tv di hari minggu sejak jam 06.00 sampai jam 11.00, pegang remote trus zapping dari satu saluran ke saluran lain. Isinya acara2 anak, dari kartun, boneka hingga robot. Tapi kalau iklan, jangan dipindah, cermati iklan-iklan yang muncul, 70% iklan jajanan anak. Coba cek cara menawarkan produk mereka, sangat mendikte, penuh iming-iming, trik dan berbagai efek yang mengulik fantasi anak. Mungkin kita tidak akan terlalu peduli dan memandang iklan itu payah... udah gitu aja. Tapi coba deh kita berposisi sebagai anak, ih iklan itu bener2 bikin ngiler, suer. Di sisi lain, apakah kita yakin semua yang bikin ngiler anak-anak itu aman?
Itulah makanya saya serukan bagi siapapun yang memiliki masih punya tanggung jawab membesarkan anak, lindungi mereka dari tindasan produsen produk anak.... mereka masa depan negara kita. Karena KPI tidak punya cukup waktu nongkrong di depan tv di minggu pagi...
Selasa, 20 Januari 2009
Consumer Insight, Seberapa Pentingkah?
Senin, 19 Januari 2009
Volume Iklan Mengusir Penonton
Rabu, 22 Oktober 2008
Iklan Layanan Masyarakat dgn Pejabat yg Nampang
Sabtu, 18 Oktober 2008
Pasar Politik, Politik Pasar
Tiga kali pemilu telah berlalu, semakin banyak kontestan yang menerapkan konsep political marketing. Sebagai pengamat amatir atau juga sasaran kampanye, tentu saja kita menjadi lebih nyaman dibanding jaman Orba yang kurang memperhatikan selera pasar. Nah, istilah pasar mulai dipakai di sini. Istilah yang biasanya disebut sebagai konstituen di bidang politik. Apa sih kelebihan dari political marketing, sampai-sampai para kontestan menerima konsep konsultan masing-masing dengan konsep ini? Sebenarnya kita sudah akrab dengannya, lihat saja berbagai brand yang beredar di pasar. Mereka juga melakukan kampanye, hanya saja di bidang komersial untuk mengejar profit (btw banyak juga yang kejar profit di politik). Berbagai brand melakukan urutan riset untuk mendapatkan informasi tentang konsumennya. Mulai dari needs, wants, SES, tempat nongkrong, konsumsi media, alokasi waktu dalam sehari-semingu-setahun, hingga pada impian dan obsesi serta lain sebagainya. Intinya semua info tentang konsumen. Semakin lengkap semakin baik. Setelah informasi terkumpul dan digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari new product/service development, termasuk disain dan kemasan, lalu penentuan harga, cara distribusi hingga jaringannya, dan penentuan isi dan cara komunikasinya.
Dalam political marketing, prinsip itu digunakan meski dengan berapa penyesuaian. Kalau dalam commercial marketing, yang ditawarkan untuk dibeli adalah brand tertentu, namun kalau di sini yang ditawarkan adalah calon presiden, kepala daerah atau anggota legeslatif. Oleh karena itu alur prosesnya juga sama mulai dari riset konsumen sampai sosialisasi (kampanye/marketing communication/promosi).
Penerapan konsep itulah yang mendasari berbagai kegiatan komunikasi yang kita saksikan dan rasakan sekarang. Dibanding dengan kampanye gaya Orba, tentu saja sangat berbeda, karena terasa lebih humanis, sesuai dengan keinginan dan selera konsumen. Iklan-iklan yang digarap serius (meski ada yang sebaliknya), penampilan kandidat dirancang seksama beserta semua aspek penyusun image. Mulai dari awal kandidat dirancang untuk sesuai dengan impian voter. Voter mimpi tentang presiden yang seperti ksatria budiman, ke sanalah kandidat dibentuk. Voter mimpi hidup makmur, kandidat menjanjikan kemakmuran. Voter banyak yang miskin, kandidat selalu merangkul orang miskin di manapun dia tampil. Hingga communication channel dipilih sesuai dengan selera voter, cara penyampaian serta isi pesan, semua sesuai dengan apa yang voter mau…
Nah sampai titik ini, penerapan political marketing telah membawa politik Indonesia pada politik pasar, yang mendewakan pasar sebagai penentu haluan politik. Sekarang tidak ada sama sekali yang mempedulikan pada pentingnya landasan ideologi . Pembicaraan ideologi politik jadi basi, diterjang cara berfikir pemasaran tentang pasar. Selama pasar suka dan membeli (memilih), go on!